Déardaoin 11 Meán Fómhair 2008

Pengajaran Di Balik Teguran Allah

tulisan : Ust Abdullah Yasin

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكَ تَبْتَغِي مَرْضَاتَ أَزْوَاجِكَ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ (١) قَدْ فَرَضَ اللَّهُ لَكُمْ تَحِلَّةَ أَيْمَانِكُمْ وَاللَّهُ مَوْلَاكُمْ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ (٢) وَإِذْ أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَى بَعْضِ أَزْوَاجِهِ حَدِيثًا فَلَمَّا نَبَّأَتْ بِهِ وَأَظْهَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ عَرَّفَ بَعْضَهُ وَأَعْرَضَ عَن بَعْضٍ فَلَمَّا نَبَّأَهَا بِهِ قَالَتْ مَنْ أَنبَأَكَ هَذَا قَالَ نَبَّأَنِيَ الْعَلِيمُ الْخَبِيرُ (٣) إِن تَتُوبَا إِلَى اللَّهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوبُكُمَا وَإِن تَظَاهَرَا عَلَيْهِ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ مَوْلَاهُ وَجِبْرِيلُ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمَلَائِكَةُ بَعْدَ ذَلِكَ ظَهِيرٌ (٤) عَسَى رَبُّهُ إِن طَلَّقَكُنَّ أَن يُبْدِلَهُ أَزْوَاجًا خَيْرًا مِّنكُنَّ مُسْلِمَاتٍ مُّؤْمِنَاتٍ قَانِتَاتٍ تَائِبَاتٍ عَابِدَاتٍ سَائِحَاتٍ ثَيِّبَاتٍ وَأَبْكَارًا (٥)
Terjemahan:

(1) Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkan bagimu, kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

(2) Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

(3) Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang isterinya (Hafsah) suatu peristiwa. Maka ketika (Hafsah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (semua pembicaraan antara Hafsah dengan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafsah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu Hafsah bertanya: “Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?” Nabi menjawab: “Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.

(4) Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.

(5) Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri-isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.

(At-Tahrim: 1-5)




Sebab Turun Ayat:

Aisyah (ra) berkata: Adalah Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam) sanagat suka kepada manisan (halwa) dan madu (‘asl). Biasanya jika selesai solat ‘Ashr beliau akan memasuki rumah isteri-isterinya dan ketika itu giliran Zainab Binti Jahsy. Baginda Rasul (sallallahu alaihi wasalam) minum madu di rumahnya. Lalu akupun bersepakat dengan Hafsah yakni jika baginda memasuki rumah di antara kita hendaklah kita mengatakan kepadanya: Saya tercium bau “maghaafir” (sejenis tumbuhan yang tumbuh di Hijaz rasanya manis tetapi mengeluarkan bau busuk), apakah tuan telah makan maghaafir? Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam) menjawab: Tidak, aku hanya minum madu di rumah Zainab Binti Jahsy dan aku bersumpah tidak akan minum madu lagi, dan jangan engkau ceritakan perkara ini kepada siapapun”.

[HR Bukhari dan Muslim]




Tafsiran Ayat:

Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkan bagimu, kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu?

Maksudnya: Wahai Nabi, mengapa engkau enggan minum madu yang telah dihalalkan oleh Allah untukmu, malahan sanggup bersumpah untuk itu, hanya semata-mata ingin mendapat keredaan dan meneyenangkan hati sebagian isteri-isterimu?

Ini adalah tegoran langsung daripada Allah ke atas NabiNya yang telah berbuat demikian. Karena motif beliau berbuat demikian bukanlah dengan tujuan yang diredai Allah, tetapi hanya mencari keredaan sebagian isteri-isterinya.




Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Maksudnya: Allah Maha Pengampun terhadap dosa-dosa hambaNya yang mahu bertobat. Dan Allah SWT telahpun mengampuni engkau di atas keenggananmu terhadap apa yang telah dihalalkanNya itu. Dan Dia Maha Penyayang kepada hamba-hambaNya yang tobat sehingga Dia tidak akan menyiksa mereka karena dosa-dosa yang telah berlalu.




Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Maksudnya: Allah telah mewajibkan kepada kita agar membebaskan diri kita daripada sumpah yang telah kita ucapkan dengan membayar kaffarat sumpah iaitu salah satu dari tiga perkara berikut:

Memberi makan kepada 10 orang miskin
Memberi pakaian kepada 10 orang miskin
Memerdekakan seorang budak (hamba sahaya)


Dan jika tidak mampu melakukan salah satu daripada tiga perkara di atas maka hendaklah ia berpuasa selama 3 hari. Penjelasan tentang kaffarat sumpah ini boleh didapati pada ayat (89) Surah Al-Maidah. Lihat Fiqh As-Sunnah Jld. III Hal. 24-25.

Dan diriwayatkan bahwa Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam) telah membebaskan sumpah beliau itu dengan memerdekakan seorang hamba sahaya.




Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang isterinya (Hafsah) suatu peristiwa. Maka ketika (Hafsah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (semua pembicaraan antara Hafsah dengan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafsah)

Maksudnya: Nabi (sallallahu alaihi wasalam) meminta kepada Hafsah agar merahasiakan peristiwa di atas (lihat sebab turun ayat) dan jangan diceritakan kepada sesiapapun. Tetapi Hafsah telah menceritakan semua rahasia itu kepada Ausyah. Allah Yang Maha Mengetahui telah memberitahukan kepada Nabi (sallallahu alaihi wasalam) tentang pakatan rahasia antara Hafsah dengan Aisyah. Lalu Nabi pun menceritakan sebagian saja kepada Hafsah daripada apa yang telah diberitahukan Allah SWT kepadanya. Dan menyembunyikan sebagian yang lain.




Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu Hafsah bertanya: “Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?” Nabi menjawab: “Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”

Maksudnya: Ketika Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam) menceritakan kepada Hafsah tentang apa yang telah mereka sepakati dan sebahagian pembicaraan antara mereka berdua, maka Hafsah dengan rasa heran dan terkejut lalu bertanya: Siapakah yang telah menceritakan kepada tuan tentang perkara ini? Hafsah (ra) mengira Aisyah (ra) telah membocorkan rahasia mereka berdua. Lalu Nabi (sallallahu alaihi wasalam) menjawab: “Yang memberitahukan kepadaku ialah Allah Yang Maha Menegtahui segala-galanya, samada yang besar ataupun yang kecil; Yang Maha Mengenal, samada di bumi ataupun yang di langit”.




Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula

Maksdunya: Ayat ini ditujukan kepada Hafsah dan Aisyah agar mereka berdua bertobat kepada Allah terhadap dosa mereka dan supaya mereka berdua berhenti daripada menyusahkan Nabi (sallallahu alaihi wasalam). Mereka hendaknya menyukai apa yang Nabi (sallallahu alaihi wasalam) sukai dan benci apa yang Nabi (sallallahu alaihi wasalam) benci. Sekiranya meeka berbuat demikian (tobat) maka itu bermakna hati mereka condong kepada kebenaran (haq) dan kebaikan (khair).

Ibnu Abbas menceritakan bahwa ia sangat ingin bertanya kepada Umar Ibnu Al-Khattab untuk mengetahui siapakah yang dimaksudkan dengan dua isteri Rasul itu. Sehingga beliau turut pergi haji ketika umar haji. Ketika Umar turun untuk berwudhu’ beliau cepat-cepat tolong menjirus air untuk Umar berwudhu’ sambil bertanya: “Ya Amiral Mukminin, siapakah dua wanita dari isteri-isteri Rasul (sallallahu alaihi wasalam) yang dimaksudkan dalam firman Allah: Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah…? Lalu Umar menjawab: Sungguh heran engkau ini wahai Abbas, mereka berdua itu adalah Aisyah dan Hafsah”.

Dalam ayat di atas juga Allah memberi amaran kerasNya bahwa jika pakatan untuk menyusahkan Nabi (sallallahu alaihi wasalam) diteruskan juga seperti cemburu yang keterlaluan dan menyebarkan rahasia Nabi maka Allah tetap akan melindungi RasulNya, begitu juga Jibril, orang-orang mukmin yang baik dan para malaikatNya yang lain.




Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri-isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan

Maksudnya: Sekiranya Nabi mengambil keputusan untuk menceraikan isteri-isterinya yang selalu menyusahkannya, maka Allah berjanji akan menggantikan untuk Nabi (sallallahu alaihi wasalam) isteri-isteri yang lebih baik yang mempunyai sifat-sifat terpuji antaranya: patuh, beriman, taat, selalu bertobat, banyak beribadat, berpuasa dan lain-lain lagi sifat-sifat mulia.



Kesimpulan:

1. Kita para suami dilarang oleh Allah untuk mengharamkan apa yang telah dihalalkan oleh Allah SWT hanya sekedar ingin mendapat simpati dan menyenangkan hati isteri. Apalgi sampai sanggup untuk memutuskan hubungan silaturrahim dengan ibu bapa dan kaum kerabat. Ingat kisah benar: “ ‘Al-Qamah” yang susah mengucap “dua kalimah syahadat” menjelang wafatnya sebab ia telah melukakan hati ibunya karena terlalu sayang pada isterinya.

2. Tidak menjadi kesalahan jika kita menyimpan rahasia kepada seseorang iateri atau teman yang dipercayai. Dan orang berkenaan mestilah menyimpan rahasia itu dengan baik.

3. Suami hendaklah menegor sikap isteri yang kurang baik itu dengan bijak dan lemah lembut. Dan dalam hal ini suami dinasehatkan jangan hanya melihat kesalahan isterinya, akan tetapi juga mestilah melihat kebaikan-kebaikan isterinya.

4. Cemburu sudah menjadi fitrah atau sifat semulajadi bagi setiap wanita. Sifat tersebut tidak mengurangi iman mereka asalkan tidak keterlaluan.

5. Jaminan pertolongan dan perlindungan daripada Allah untuk NabiNya menunjukkan bahwa pakatan dan rencana jahat sesetengah wanita itu adalah suatu cobaan besar bagi para suami.

6. Dalam ayat (5) Allah SWT secara tidak langsung telah mendedahkan beberapa sifat utama bagi wanita yang salehah, iaitu:

i. Mereka patuh
ii. Mereka beriman
iii. Mereka taat
iv. Mereka bertaubat
v. Mereka banyak beribadat
vi. Mereka berpuasa

-Mudah Mudahan bermanfaat buat diri yang lemah dan hina ini...

HAMBA YANG KERDIL
MOHD SYAHID ADAM

Sekerat Islam...

“Dia sudah kurangkan minum araknya dari siang malam pagi petang, kepada meminumnya hanya untuk sesekali menghilangkan ketagihan!”, kata si A.

“Rasanya saya ada nampak dia pergi masjid untuk sembahyang Jumaat. Ok la tu, at least dia sudah mula sembahyang”, ujar si B tentang rakannya.

HUKUM VS DAKWAH

Perkembangan separuh-separuh begitu, akan dibalas bergantung kepada persepsi seseorang. Jika kita melihatnya dari kacamata hukum, maka minum arak sesekali tiada bezanya dengan minum arak sentiasa. Dia tetap seorang peminum arak. Orang yang hanya bersembahyang Jumaat dengan meninggalk stan sembahyang fardhu yang lima secara harian itu, tetap dilihat sebagai mengingkari kewajipan besar yang disyariatkan oleh Allah SWT.

Tetapi bagi pendakwah yang bekerja merawat manusia, ia mungkin akan dilihat sebagai suatu perkembangan yang positif. Meninggalkan ketagihan arak secara harian dan mula mampu memilih waktu tertentu sahaja untuk meminumnya, adalah suatu peningkatan. Self control diri peminum itu mungkin sedang melalui proses membina kekuatan.

Begitu juga dengan orang yang tidak pernah bersolat, mula ‘memberanikan’ diri untuk menghadiri solat Jumaat, ia merupakan proses menjinakkan dirinya dengan sesuatu yang mungkin begitu asing bagi dirinya sebelum ini.

Jiwa Dai’e Otak Faqih, artikel yang saya tulis lama dahulu, sedikit sebanyak menjelaskan persepsi saya tentang hal ini. Seorang Muslim yang berjiwa dai’e, menghargai setiap perkembangan seseorang biar pun masih jauh dari mencapai kesempurnaan. Apa yang dilihat, bukan berapa banyak yang dia belum buat, tetapi berapa banyak yang dia sudah mula laksanakan.

Tetapi…

IDOLA

Saya khuatir apabila mad’u yang berubah-ubah secara beransur ini, adalah seorang public figure yang menjadi idola dan ikutan ramai.

Golongan yang saya maksudkan ini adalah para ARTIS.

Mungkin buruk benar jika saya katakan bahawa, saya lebih suka jika artis-artis ini tidak bertudung, tidak bercakap soal agama dan langsung tiada kelihatan kepedulian mereka terhadap agama. Lantas apabila ada yang berhasrat untuk berhijrah, mereka berhijrah sepenuhnya. Orang tidak merujuk kepada artis untuk mencari contoh beragama.

Kalau ditanya kepada emak saya, tentu ingatan yang tidak mungkin beliau lupakan ialah kehilangan seorang selebriti pembaca berita terkenal di RTM iaitu Wan Chik Daud. Hijrahnya memakai tudung telah ‘mengundurkan’ dirinya dari muncul di kaca televisyen, sedangkan beliau amat dekat di hati masyarakat kerana suaranya yang beraura ketika membaca berita dan mengacarakan majlis, hilang secara tiba-tiba (sehingga kini RTM menjadi satu-satunya stesyen televisyen negara yang masih tidak membenarkan pengacara dan pembaca beritanya memakai tudung).

Tetapi kebelakangan ini, hijrah yang berlaku mula sekerat-sekerat. Khususnya dalam konteks pemakaian tudung.

TUDUNG SILAM

Tidak dapat saya nafikan, bahawa jiwa ini lebih sejahtera ketika orang perempuan kita tidak pandai menggayakan fesyen dengan tudung. Bermula dengan tidak bertudung, kemudian bertudung bawal dan kemudian bertudung labuh serta bulat, dan mungkin sebahagian memilih untuk berpurdah. Terpulang. Tudung di kala itu adalah suatu perjuangan untuk seorang wanita Muslimah membina jati dirinya.

Memakai tudung ialah suatu proses besar yang memerlukan pengorbanan.

Namun tudung mengalami evolusi, seiring dengan nasyid dan ‘perkara-perkara Islam yang lain’ apabila kreativiti ditumpahkan kepadanya supaya tudung jangan lagi dikaitkan dengan imej bosan, tidak menonjol dan distinguished from others. Bertudung tetapi masih boleh kelihatan ‘cantik’. Lantas pelbagai cara pemakaian tudung berlaku, pelbagai fesyen diketengahkan, seiring pula dengan busana Muslim yang terkini, diangkat menjadi industri antarabangsa.

Tetapi di manakah kerisauan saya?

TUDUNG CACAT

Konflik berlaku apabila kita melihat kebelakangan ini, penggayaan fesyen dilabelkan sebagai Islam sedangkan ia amat jauh dari menepati hukum asas Islam. Tudung dipakai sekerat dengan membiarkan bahagian depan terkeluar… ia dikategorikan sebagai Islamik dan sesuai untuk menonjolkan imej seorang Hajjah.

Dari tudung yang cukup untuk melindungi leher dan dada, artis-artis yang telah berhijrah ini mula mengurangkan tudungnya kepada sekadar menutup rambut tetapi dibiarkan telinga, leher dan dada terdedah.

Apabila pakaian-pakaian seperti ini semakin berleluasa, ia menghantar satu mesej yang salah kepada masyarakat. Pemakaian seperti ini dianggap sebagai telah menyelesaikan tuntutan Islam, sedangkan ia masih jauh lagi dari ukuran Islam terhadap apa yang dinamakan sebagai hijab. Lebih khuatir lagi, apabila nama-nama besar dalam industri fesyen memberikan sentuhan mereka untuk mencantikkan lagi ‘pakaian cacat’ ini, dan ia diperagakan atas nama Busana Islam!

Terpulang, jika tudung mahu dihias cantik dengan labuci dan renda. Terpulang jika jubah mahu dibuat dari material hebat seperti French Lace dan sebagainya. Tetapi tudung hanya menjadi tudung apabila ia berjaya melindungi rambut, telinga, leher dan dada seorang wanita yang mahu mentaati Allah di dalam pakaiannya. Jubah hanya menjadi jubah apabila ia berjaya melindungi rupa tubuh seorang perempuan kecuali muka dan tapak tangannya.

Sebagai pendakwah, saya tetap menghargai perubahan beransur yang berlaku dari seorang yang berpakaian seksi kepada berpakaian yang lebih sopan, serta sehelai kain yang diletakkan di atas sebahagian kepala. Dakwah boleh mendefinisikannya sebagai ’suatu perubahan’. Namun untuk difahamkan bahawa pakaian sedemikian adalah fesyen Islam, busana Islam dan sudah memenuhi tuntutan Islam… ia adalah suatu pencemaran kepada kefahaman Islam.

"Wahai orang-orang yang beriman! masuklah kamu ke dalam agama Islam (dengan mematuhi) segala hukum-hukumnya; dan janganlah kamu menurut jejak langkah Syaitan; Sesungguhnya Syaitan itu musuh bagi kamu yang terang nyata. [Al-Baqarah 2: 208]"

Saya tidak akan memadamkan catatan pengorbanan Muslimah yang berusaha untuk menutup aurat mereka dengan sempurna hingga diludah di kampus-kampus. Saya tidak akan pencilkan catatan pengorbanan sebahagian artis yang meninggalkan dunia glamour yang melumpuri kehidupan mereka demi untuk menghayati ajaran Islam yang betul. Segala perit pahit mereka tidak harus terpadam oleh fesyen baina-baina (sekerat-sekerat) yang semakin berleluasa sekarang ini.

INPUT PROSES OUTPUT

Juga tidak harus dilupa, tudung itu adalah proses. Sama juga seperti solat dan puasa. Syariat mengkehendaki seorang Muslim dan Muslimah berpakaian dengan pakaian tertentu, melakukan ibadah tertentu, tujuannya adalah untuk memproses hati dan tingkah laku. Memakai tudung bukan tanda seorang itu sudah baik, sebaliknya untuk seseorang memperbaiki diri dia harus memakai tudung dengan sedar (full of consciousness). Bukan dia baik dengan alasan dia bertudung, sebaliknya kalau hendak jadi baik, kenalah bertudung.

Orang yang berpakaian kerana Allah, hanya ada Satu Tuhan yang mahu digembirakannya. Orang yang berpakaian untuk menyedapkan mata manusia memandang, akan menjadi hamba kepada tuhan-tuhan kecil yang mahu digembirakannya.

Apakah nawaitu kepada perubahan itu?


Tulisan : Akhi Ust Hasrizal Abdul Jamil
Saifulislam.com

Bersama Ust Mustapha..



Bersama Ust Mustapha..

Masa mula-mula sampai dulu, saya ingat ust Mus ni garang..( Biasalah..Judge the book by the cover), tapi hakikatnya, jauh berbeza.. Apa yang boleh saya katakan pada Ust Mus ni, sangat caring, rapat dgn student, xsuka marah2, ceria( suka berseloroh) tapi sangat tegas dalam Perkara perkara tertentu...

makan Free.. satu istilah yang paling kerap saya dapat dari ust Mus, terlalu kerap rasanya beliau membelanja saya dan kawan kawan makan.. moga Allah Murahkan Rezeki Ust...
a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9DgcY1rKQaTGK2GaA-SP1dB6nBMwHNBHVNfczuZ6ZhaS_FnqWK0r-RAbNfazlrHtD40wdaPBDw6S0DH4COFlKXqxeBUr-65C1ns-ua6EAKlrj8Z3Hf-o1RnpZV1qIVHehW6B3xisBVM6t/s1600-h/DSC07141.JPG">
Berhari raya di rumah Ust




Kenangan Khidmat Masyarakat di KG IBOI


kalaulah kami diberi pilihan..tentu kami xkan benarkan Ust Berpindah ke IP TEKNIK.. tapi apakan daya..Salam Sayang buat Ust Dari saya...Moga Allah Membalas Jasa ust pada Kami..SMP-PA1107

Dé Céadaoin 10 Meán Fómhair 2008

Sejenak bersama Ust Shubki...


Tenang dan penuh tolak ansur..Ust Shubki..bila nak balik ke IPTAR???



Baru sebentar tadi ust Shubki, call saya dan kami berbual agak panjang..sedar tak sedar, dah hampir setahun kami xbertemu..
Saya masih ingat ketika Ust baru sampai di IPTAR, saya dan Roziman adalah antar pelajar lelaki yang pertama bertaaruf dengan Ust.
Kami memang agak sangat rapat dengan ust, Ust Shubki yang kami kenal sangat baik hati, pemurah, dan sgt brtimbang rasa...terlalu banyak kenangan kami bersama Ust, xdapat nak ceritakan dengan tulisan, hanya kuabadikan gambar di laman ini...
Selamat BerMaster buat Ust...


Bersama Ust Shubki...

Ber Udang Galah bersama Ust...

Jamuan Wida' Akhir tahun lepas..

Gambar selepas majlis...

Dé Domhnaigh 7 Meán Fómhair 2008

Sedikit Ujian..

Hari ni, saya diuji Allah dengan sedikit ujian, yang membuatkan seharian kerja saya tertangguh begitu sahaja, badan rasa begitu lemah, bagaikan di ambang untuk mendapat demam, sakit-sakit seluruh badan, pun begitu, Alhamdulillah, Allah masih mengizinkan diri ini untuk berpuasa dan menunaikan rukun Islam yang ketiga..Lakal Hamdu Ya Rabb...

Saya masih ingat ketika saya menduduki S.P.M sekitar 4 tahun lalu, dalam bulan Ramadhan, diri ini diuji dengan demam yang amat teruk pada hari Paper B.I.. subhanallah, menggigil-gigil tangan ini menjawab soalan ketika english paper 1, akhirnya, teacher Azlina, cikgu B.I saya waktu itu menyuruh saya berbuka sahaja sebelum masuk untuk paper 2..itulah kali terakhir saya xcukup sebulan puasa.


SMA TANWIRIAH..JASAMU TETAP KU KENANG...


Kawan-kawan di IPTAR..BANYAK YANG DAPAT KU PELAJARI...




Syukur pada Allah yang masih menguji diri ini sebagai tanda kasihNYA bagi menyedarkan hambanya yang KERDILdan LEKA ini.. Mudah-mudahan Hati ini di teguhkan dengan Iman...

HAMBA YANG KERDIL
MOHD SYAHID ADAM

Dé hAoine 5 Meán Fómhair 2008

TAZKIRAH RAMADHAN...

5 RACUN DAN 5 PENAWAR :
1. Dunia itu racun, Zuhud itu ubatnya

2. Harta itu racun, Zakat itu ubatnya

3. Perkataan yang sia-sia itu racun, Zikir itu ubatnya

4. Seluruh Umur itu racun, Taat itu ubatnya

5. Seluruh Tahun itu racun, Ramadhan itu ubatnya

LIMA SEBAB HATI BERSINAR..
Pertama, hati akan bersinar dengan kesedihan karena menyesal atas habisnya umur yang sia-sia tanpa amal yang bermanfaat.

Kedua, hati akan bersinar dengan kesedihan karena menyesal atas maksiat yang tela dikerjakan, sehingga hati menjadi takut kalau hal itu akan menghalangi diri dari masuk surga Allah.

Ketiga, hati akan bersinar dengan kesedihan karena menyesal atas tindakan menyia-nyiakan hukum Allah dengan mengambil alih hukum-hukum buatan manusia.

Keempat, hati akan bersinar dengan kesedihan karena menyesal atas terhinanya kaum muslimin karena mereka telah dikuasai oleh orang-orang kafir.

Kelima, hati akan bersinar dengan kesedihan karena menyesal atas perpecahan yang terjadi di tubuh para 'ulama/da'i-da'i muslim karena egoisme mereka yang hanya sibuk dengan urusan pribadi daripada memikirkan tujuan da'wah yang lebih utama. (Abdul Hamid Al-Bilali, Manhaj Tabi'in fi Tarbiyah An-Nafs)

10 PERINGKAT MENJADI ORANG BERIMAN

1. Tidaklah hamba dilangit dan dibumi tergolong hamba yang beriman, sehingga dia berlaku lembut terhadap manusia .

2. Tidaklah dia termasuk orang yang lembut, sehingga dia menjadi seorang muslim .

3. Tidaklah dia termasuk seorang muslim, sehingga orang lain selamat dari(gangguan) tangan dan lidahnya .

4. Tidaklah dia termasuk seorang muslim, sehingga dia menjadi orang yang alim .

5. Tidaklah dia termasuk orang alim, sehingga dia mengamalkan ilmu nya .

6. Tidaklah dia termasuk orang yang mengamalkan ilmunya, sehingga dia menjadi hamba yang zahid .

7. Tidaklah dia termasuk hamba yang zahid, sehingga dia menjadi hamba yang warak .

8. Tidaklah dia menjadi hamba yang warak sehingga dia menjadi hamba yang merendahkan dirinya .

9. Tidaklah dia tergolong hamba yang merendahkan dirinya, sehingga dia menjadi hamba yang mengenal dirinya .

10. Tidaklah dia tergolong hamba yang mengenal dirinya, sehingga dia menjadi hamba yang berakal dalam percakapannya . (Mafhum hadis Rasulullah s.a.w)


Mudah Mudahan bermanfaat untuk rakan-rakan..Andai ada kesilapan maklumat dalam blog ini, Tegurlah dan baikilah Hamba yang Kerdil ini...

HAMBA KERDIL
MOHD SYAHID ADAM



"Bertemu tek Jemu berpisah tidak Gelisah"

kalau di perhatikan lirik lagu "ritma kehidupan" dari kumpulan hijjaz ni, memeang amat2 mendalam maksudnya. Wallahua'lam, entah kenapa saya terasa bahawa Allah S.W.T memang telah menyususun dengan teliti, kebaikan-kebaikan yang akan saya dapat sepanjang berada di Bumi Kenyalang ini..
malam tadi saya termenung seketika, memikirkan Naqib yang kami sayangi, Ust Saiful Azhar akan berpindah ( balik ke semenanjung) untuk menyambung pengajiannya, saya teringat waktu kami mula-mula sampai Ke Kota samarahan ni, sekitar bulan julai 2005, Ust zaiful, antara org yg paling awal menjaga kami, selain dari Ust Mustapha kamal.


Jauh betul bezanya=)

saya secara peribadi agak rapat dengan ust, mungkin sebab beliau tinggal bersama kami di asrama ( Ust Saiful adalah Pelatih J-qaf 2005-2006) dan sebab saya selalu pinjam motor kot, cuma, dalam masa 4 thn ni, terlalu bnyk Ilmu Allah yang saya kutip dari Ust, Syukran Ust..

Betul kata pepatah, keakraban akan memberi kesedihan..saya doakan Ust terus berjaya, dan berbahagia bersama Isteri...

HAMBA KERDIL
MOHD SYAHID ADAM